Header Ads

Antara Cinta Istri, Anak, Bisnis dengan Cinta Allah



Dalam diri seseorang hidupnya akan dikeliling setidaknya delapan "surga" dunia yang pasti kita cintai. Delapan itu adalah bapak, anak, istri, teman, keluarga, bisnis dan rumah. Dan ini pula ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al Qur'an Surat At-Taubah ayat 24.

Pada ayat tersebut disampaikan "Katakanlah, jika bapak - bapakmu, anak -anakmu, saudara - saudaramu, istri - istrimu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah - rumah tempat tinggalmu yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya serta berjihad di jalan Allah maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusaNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang fasik"

Terus terang ayat ini memiliki makna peringatan yang cukup keras sekaligus pembuktikan soal cinta, karena disana Allah SWT sedang berbicara dengan kita perihal ketulusan dan pilihan antara cinta kita kepada istri, anak, bapak, harta dan bisnis serta teman dengan kecintaan kita kepada Allah, Rasul serta jihad.

Itulah mungkin salah satu alasan mengapa Ibnu Qayyim Al Jauziah dalam bukunya Taman - Taman Orang Jatuh Cinta mengatakan bahwa seharusnya cintanya seorang muslim kepada Allah jauh lebih besar ketimbang rasa takutnya seorang muslim kepada Allah.

Sebab, dari aspek psikologis ketika kita mencintai sesuatu maka akan ada kencenderungan untuk berani berkorban, tidak takut ataupun khawatir meski berbagai rintangan ada di depan mata. Selain itu cinta juga akan membuat seorang muslim selalu teringat dengan Allah, selalu ingin dekat dan selalu ingin disisiNya.

Tak hanya itu, cinta juga membuat seseorang rela berkorban, menjadi pemberani dan tak peduli apapun risiko akan  ia terima demi sesuatu yang dicintai, itulah kehebatan cinta.

Ini berbeda ketika yang dominan justru rasa takut. Secara aspek psikologis, ketika seseorang takut maka dia akan cenderung menjauh dan kalau pun mentaati akan ada keterpaksaan karena rasa takut. Hal ini sangat berbeda dengan rasa cinta.

Itulah mengapa dalam ayat tersebut, Allah SWT ingin memastikan bahwa kita memang selayaknya mencintai Allah, Rasul dan Berjihad. Allah ingi mengirimkan pesan kepada kita bahwa cinta kita harus lebih besar ketimbang rasa takut kita kepada  Allah.

Karena ketika seorang muslim sudah memiliki cinta yang besar kepada Allah maka akan merasa ingin dekat, selalu menyebut nama Allah dan hatinya akan selalu bergetar ketika nama Allah disebutkan atau didengar, begitulah cinta.

Dalam Surat At-Taubah Ayat 24 tersebut jelas sekali Allah ingin memastikan bahwa cinta kita kepada Allah SWT harus lebih besar daripada rasa takut. Karena dengan cinta, kita akan dag dig dug saat nama yang kita cintai disebut, fikiran kita akan selalu teringat kepada sesuatu yang kita cintai, fisik kita menjadi kuat, langkah kita menjadi ringan karena kita akan bertemu dengan sesuatu yang kita cintai.

Dengan cinta juga, kita akan berani berkorban, berkorban apa saja yang kita miliki. Harta, fikiran, tenaga bahkan nyawa sekalipun demi yang kita cintai, itulah cinta. Alangkah berbahayanya ketika kekuatan cinta yang begitu luar biasa dibungkuskan kepada selain Allah SWT.

Kisah nabi Ibrahim, Ismail dan Siti Hajar merupakan gambaran jelas bagaimana seorang muslim menempatkan rasa cinta yang tepat sehingga memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Di dunia keturunan Nabi Ibrahim merupakan keturunan terbaik, di akhirat mereka mendapatka surga. Wallahu'alam.

Penulis, Karnoto
Dirangkum dari Liqo
Selasa, 19 Februari 2019

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.