Header Ads

Media Sosial Dampaknya Terhadap Psikologi


KELUARGAKITA.CO.ID, MEDIA - Kehadiran media sosial di tengah - tengah keluarga kita tidak bisa dihindari lagi. Mulai dari orangtua sampai anak - anak sudah familiar dengan media sosial, sebuah media yang sudah menjadi bagian kehidupan keluarga.

Lalu seperti apa sebenarnya dampak psikologi dari kehadiran media sosial di tengah - tengah keluarga kita. Dalam khotbah Jumat di salah satu komplek di Kota Serang, Propinsi Banten, facebook menjadi bahan khotib saat khotbah.

Berikut ini beberapa dampak psikologi yang bisa Anda cermati seperti dilansir dalam situs dosenpsikologi.

1.Media Sosial Sebagai Sarana Pengungkapan Diri yang Baik
Para ilmuwan telah menyetujui bahwa berbicara tentang diri kita sendiri akan memberikan dampak pada psikologis seseorang yakni berupa rasa kepuasan tersendiri dan rasa kesenangan yang sangat baik. Misalkan pada saat kita menggunakan media sosial untuk memberikan postingan berupa status “Sungguh hari ini aku sangat senang karena mendapat juara matematika tingkat nasional”.

Perhatikanlah status tersebut, bahwa selain status ini bermaksud untuk sekedar mengungkapkan rasa gembira dan bangganya seseorang tersebut karena mendapat juara matematika tetapi makna yang sebenarnya bahwa orang tersebut sedang mengungkapan dirinya pada publik, dia sedang menarik perhatian orang lain untuk membicarakan dirinya sendiri.

2.Pengaruh Posting-an Media Sosial pada Mood Seseorang
Emosi sangat mungkin untuk ditularkan melaui media sosial. Kita sendiri mungkin saja pernah ikut terbawa atau tertular emosi yangdibagikan melalui media sosial. Posting-an yang mengandung sisi positif atau sisi negatid sudah pasti akan mempengaruhi pembacanya. Kita seolah-olah digiring untuk merasakan hal yang sama dengan orang yang sedang memposting status tersebut. Cobalah untuk menghindari posting-an negatif yang dapat merusak moodmu. Apabila kamu terlanjur melihat posting-an negatif, kamu bisa cepat mencari unggahan yang lebih menarik dan menyenangkan sehingga mood yang rusak tadi bisa segera kembali membaik.

3. Media Sosial Beresiko Menimbulkan Iri Hati
Para ahli membuktikan bahwa unggahan keberhasilan seseorang dalam mencapai atau mendapatkan sesuatu dapat memicu perasaan iri hati, cemburu dan menderita pada seseorang. Hal semacam ini memang tak bisa untuk dipungkiri. Semua orang akan berlomba-lomba menunjukkan keberhasilannya di media sosial demi sebuah eksistensi dan anjungan dari para netizen.

Seperti posting-an status yang sudah dicontohkan pada dampak psikologis pertama, bahwa pada saat dia mengunggah status tersebut ke media sosial, akan banyak sekali teman-temannya yang iri melihat keberhasilannya dalam mendapatkan juara matematika tingkat nasional.

4. Media Sosial Berpotensi Menimbulkan Kecemasan
Adanya tekanan terus menerus yang terdapat dalam media sosial akan menyebabkan tingkat kecemasan dan depresi yang tinggi bagi remaja.  Misalkan pada saat ada promosi diskon yang sedang dilaksanakan oleh suatu pusat perbelanjaan dengan mengumumkannya melalui media sosial. Semua orang terutama wanita akan berlomba-lomba mendapatkan diskon tersebut.

Mungkin akan baik bagi orang yang pada saat itu mempunyai uang yang cukup, tetapi bagi orang yang pada saatitu mungkin sedang mengalami kesulitan uang, dia akan senantiasa merasa cemas bahkan depresi karena tidak dapat mendapatkan diskon yang sedang berlangsung.

5. Media Sosial Dapat Menghilangkan Stres (bagi) Wanita
Bagi sebagian besar wanita di seluruh dunia menganggap bahwa dengan bermain media sosial adalah Cara Mengatasi Stres dan Depresi. Karena dengan mengakses media sosial, wanita akan dapat mengunggah postingan yang menarik bagi mereka serta dapat menikmati foto dan video yang mereka sukai. Bahkan para peneliti telah menemukan fakta bahwa wanita yang menggunakan media sosial akan memiliki faktor stres yang lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang tidak bermain media sosial. (DBS/KNT)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.