Header Ads

Tiga Bersaudara Muslim Diturunkan dari Pesawat


KELUARGAKITA.CO.ID, PERISTIWA - Tiga bersaudara yang merupakan keluarga muslim, yaitu Sakina Dharas (24 tahun), bersama dua saudara kandungnya, Maryam (19) dan Ali (21) pernah diturunkan paksa saat hendak ke Italia dengan pesawat EasyJet Flight EZY3249 pada 17 Agustus 2016 lalu.

Masalahnya sangat sepele, yaitu ada salah satu penumpang yang menuding ketiganya merupakan anggota jaringan ISIS. Peristiwa tersebut sempat ramai di media seluruh dunia yang mengakibatkan rencana liburan kelaurga Dharas terganggu.

Padahal setelah diperiksa dan dinterogasi oleh kepolisian London, Inggris ketiganya sama sekali tidak terbukti menjadi jaringan ISIS. Barang - barang mereka diperiksa dan dibongkar oleh pihak kepolisian Inggris.

Seperti dilansir OkeZone, mereka berangkat dari Stanstead, Kanada, ketiga bersaudara ini tidak dipermasalahkan. Namun saat tiba di London, seorang penumpang yang rasis melaporkan mereka kepada petugas. Dia bilang kalau Sakina Dharas dan kedua saudaranya tadi sempat mendapat pesan, seperti propaganda ISIS di ponselnya.

Hasil pemeriksaan ternyata pesan di whatsapp yang masuk ke hap Dharas hanyalah aplikasi Alquran berbahasa Arab. Sakina sendiri belum sempat membuka whatsapp tersebut sampai pemeriksaan selesai.

Bahkan Ali, saudaranyapun tidak sempat membuka kiriman whatsapp tersebut sehingga tidak mengetahui apa isi pesan tersebut. Ia baru mengetahui setelah usai pemeriksaan kalau ternyata pesan tersebut hanya aplikasi berbahasa Arab.

Akhirnya, setelah ditahan kurang lebih sejam, kakak beradik ini boleh melanjutkan penerbangannya. Sakina menyayangkan, penumpang rasis itu tidak ikut diperiksa oleh petugas. Orang itu bahkan tetap dibiarkan berada dalam pesawat setelah memfitnah keluarganya.

“Hal yang membuat saya kecewa adalah si penuduh tidak dibawa keluar dari pesawat dan ditanyai pada saat itu juga,” ujar Sakina.

Juru bicara easyJet membenarkan adanya insiden tersebut. Mereka juga sudah meminta maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan ini. Meski begitu, sang jubir menjelaskan, isu keamanan bagaimanapun tetap menjadi prioritas mereka. (DBS/KNT)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.